Kamis senja adalah Kamis yang getir sekaligus martir, isinya tak hanya perlawanan, melainkan juga optimisme dan cinta kasih.

Sampai pada Kamis ke-500, bukan sekadar soal ‘angka bagus’ atau sekadar ‘menggenapkan’, lebih dari itu, Aksi Kamisan adalah medium para keluarga korban pelanggaran HAM beserta kerabat dan handai taulan untuk menagih janji negara hadirkan kemanusiaan serta keadilan. Aksi Kamisan adalah upaya gotong-royong membangun peradaban yang lebih baik bagi siapa saja.

Tapi, apa jadinya bila #500AksiKamisan hanya berbalas sebuah kicauan di akun Twitter Presiden? Hanya berbalas beberapa baris kata yang isinya kembali janji tanpa bukti. Juga, apa jadinya bila usia #aksikamisan yang sudah 10 tahun lebih, malah berbalas pahit yakni semakin diangkatnya figur-figur yang terlibat dalam peristiwa kejahatan HAM ke barisan pengambil keputusan strategis dan menjadi makin eksis?

Hal-hal di atas, tentu saja harus kita lawan. Menagih janji Presiden bukan karena kita serta-merta percaya, terlebih karena kita telah lelah dirayu hanya untuk berujung dikhianati. Menjegal upaya-upaya para pelanggar HAM agar tidak makin semena-mena, bukan karena kita takut, tapi karena kita telah terlalu sakit ditempa kekerasan dan kehilangan.

Jika kamu peduli dengan hal-hal di atas, pastikan kamu ikut hadir dan meneriakkan “#AkuKamisan” di Aksi Kamisan yg ke-501 pada:

◎ Kamis, 3 Agustus 2017
◎ Pukul 15.00 – 17.00 WIB
◎ Seberang Istana Presiden, DKI Jakarta

Kenakan atribut serba hitam dan ajak serta rekan/kerabat.

Turut hadir:
● Korban dan keluarga korban pelanggaran HAM berat
● Arie Kriting
● JJ Rizal
● Sarasdewi
● Imam Aziz (PBNU)
● Aktivis HAM

Penampilan dari:
※ Melanie Subono
※ Tapak Rasta
※ Malam Puisi
※ Bengkel Seni Gereja Komunitas Anugerah
※ Andreas Iswinarto
※ Efi Sri Handayani

#AkuKamisan

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *