Lebih dari 50 aktivis, mahasiswa, dan seniman di Kota Bandung menggelar aksi Kamisan ke-174 di depan Gedung Sate, Bandung, Kamis, (19/01/2017). Aksi ini bagian dari aksi kamisan serentak di berbagai kota seperti Jakarta, Malang, Surabaya, dan Yogyakarta dalam rangka 10 Tahun Aksi Kamisan.

Aksi Kamisan di Kota Bandung digelar dengan beragam pertunjukkan seni dan orasi dari para peserta Kamisan. Mereka mengusung tuntutan yang sama seperti, pertama kali kamisan digelar sejak 2007 lalu, yaitu agar pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Wanggi Hoed, peserta aksi Kamisan mengatakan, aksi kamisan di usianya yang kesepuluh menunjukkan semakin besarnya nyali masyarakat untuk menuntut keadilan HAM di Indonesia. Kesadaran masyarakat untuk menagih hutang kepada negara makin berlipat ganda.

“10 Tahun adalah perjalanan panjang, namun kesadaran dan kekuatan kita untuk menagih kepada neagra ini semakin juga panjang,” ungkap Wanggi yang merupakan inisiator Aksi Kamisan di Bandung ini, Kamis, (19/01/2017).

Wanggi menjelaskan, sejak 10 tahun yang lalu, keluarga korban dan kawan-kawan solidaritas Kamisan berdiri di depan Istana Negara. Selama itu juga persoalan keadilan HAM tidak pernah terjawab. Namun bukannya meredup, melainkan bertambah berlipat ganda.

“Ini artinya kesadaran untuk mengingat dan menuntut negara semakin besar,” ungkap Wanggi.

Salah satunya, kata Wanggi, makin berlipat ganda di Kota Bandung. Sejak tiga tahun lalu, aksi Kamisan di Kota Bandung, semakin banyak orang-orang hadir bersolidaritas. Mulai dari komunitas dan organisasi.

“Semoga besarnya solidaritas ini makin mengingatkan negara untuk menyelesaikan kasus HAM. Pemerintah masih ada waktu,” kata Wanggi.

Dalam aksi yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB ini, para peserta aksi menggunakan pakaian hitam-hitam dan menggunakan payung hitam. Mereka terlihat terus bertambah hingga berakhirnya aksi.[]

AHMAD FAUZAN
Sumber: kabarkampus.com

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *