Aksi "Payung Hitam" atau yang lebih dikenal dengan sebutan " Aksi Kamisan", memasuki hari ke-503 pada Kamis (24/8/2017) kemarin.Namun, cita-cita menegakkan supremasi hukum terhadap pelanggaran hak asasi manusia berat tersebut belum tercapai.Asa pernah muncul ketika zaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sebuah tim penyelesaian kasus-kasus HAM berat masa lalu dibentuk."Walaupun sampai akhir masa jabatannya…

Bagi Sumarsih (65), ibunda Bernardus Realino Norma Irawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya Jakarta yang meninggal dalam peristiwa Semanggi I, memori itu melekat. Sumarsih masih merawat ingatan agar tidak ada lagi orangtua seperti dirinya di negeri ini. Ia terus mencari keadilan meski jalannya mungkin tak berujung. Sumarsih bersama puluhan orangtua lain yang kehilangan anak dalam rentetan…

Korban dan keluarga korban kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2014). Para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM tersebut mendesak Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus-kasus HAM masa lalu yang belum juga tuntas. (more…)

Sumarsih, orangtua Wawan korban tragedi Semanggi 1 meminta calon presiden Joko Widodo datang menyambangi aksi kamisan yang rutin digelar Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban untuk Keadilan. "Lima sampai 10 menit saja cukup," pinta Sumarsih kepada politisi PDI-P Pramono Anung di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/6/2014). Dalam audiensi yang juga dihadiri Hariz Azhar dari…

Sebagian besar orang menunggu waktu berbuka atau ngabuburit dihabiskan dengan mencari takjil atau berkeliling kota. Namun, tiga orang dari Mixi Imajimimetheater dan Indonesian Mime Artist Association menggelar aksi Kamisan sebagai bentuk 'Melawan Lupa' terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas hingga saat ini. Dalam aksi yang digelar di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung,…

"250 kali berdiri, diam untuk melawan lupa, tetapi saya dan kawan-kawan tidak pernah merasa capek. Ini untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi Wawan, anak saya, dan rekan-rekannya. Siapa yang rela membiarkan anaknya diperlakukan tidak adil oleh negara." Kalimat ini terlontar dari bibir Maria Katarina Sumarsih (52), ibunda Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Atma Jaya yang…