Negara bertanggungjawab menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM dan berbagai permasalahan rakyat melalui proses hukum dengan jujur, dan kepada yang bersalah harus diberi hukuman agar jera dan tak berulang lagi oleh siapa pun. Efek jera adalah pelajaran bagi aparat untuk menghormati nilai-nilai kemanusiaan, sehingga tidak terjadi lagi orang ditangkap, disiksa, ditahan secara sewenang-wenang, dan dibunuh. Harapan korban/keluarga korban adalah tidak ada lagi korban pelanggaran HAM yang baru di negeri ini.

Berikut daftar kasus yang dituntut untuk diselesaikan

  • Tragedi ’65,
  • Tragedi Tanjung Priok ‘84,
  • Tragedi Talangsari Lampung ‘89,
  • Penembakan Misterius,
  • Pembunuhan Marsinah,
  • Tragedi 27 Juli ‘96,
  • Aceh,
  • Penculikan Aktivis ‘97/’98,
  • Tragedi Trisakti 12 Mei ’98,
  • Tragedi 13-15 Mei ’98,
  • Tragedi Semanggi I – 13 November ‘98,
  • Tragedi Semanggi II – 24 September ’99,
  • Pembunuhan Munir 2004,
  • Wasior-Wamena,
  • Lumpur Lapindo,
  • Penggusuran di Alas Tlogo,
  • Penggusuran di Rumpin,
  • Penggusuran di Kebumen,
  • Penggusuran Cina Benteng,
  • Buruh migran,
  • Kasus salah tembak oleh polisi di berbagai kota,
  • Korban malpraktek,
  • Kasus GKI Yasmin,
  • Kasus Ahmadiyah,
  • Tragedi Bima,
  • Tragedi Mesuji,
  • Premanisme kekuasaan,
  • Perkosaan,
  • Masalah dampak kenaikan berbagai tarif,
  • Masalah korupsi.
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *