Aksi Kamisan Bandung merupakan aksi setiap hari Kamis yang digelar oleh aktivis-aktivis dari perwakilan komunitas, perwakilan pesantren, perwakilan mahasiswa di Bandung dan beberapa eks-aktivis 1998 juga ikut meramaikan Aksi Kamisan Bandung ini. Aksi yang digelar Kamis sore (17/07/2014) di depan gedung Sate Bandung, menurut salah satu aktivis yang tidak ingin disebutkan namanya saat ditemui reporter…

Sumarsih, orangtua Wawan korban tragedi Semanggi 1 meminta calon presiden Joko Widodo datang menyambangi aksi kamisan yang rutin digelar Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban untuk Keadilan. "Lima sampai 10 menit saja cukup," pinta Sumarsih kepada politisi PDI-P Pramono Anung di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/6/2014). Dalam audiensi yang juga dihadiri Hariz Azhar dari…

"Aksi Kamisan" merujuk pada sekelompok orang yang setiap hari Kamis pukul 16.00 berdiri di depan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara. Mereka adalah para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM, dari tragedi 65, Tragedi Mei 98, hingga kasus Trisakti- Semanggi I dan II. Mereka tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK). Aksi kamisan…

https://www.youtube.com/watch?v=dMAaaSc2QV4 “Aksi Kamisan” merujuk pada sekelompok orang yang setiap hari Kamis pukul 16.00 berdiri di depan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara. Mereka adalah para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM, dari tragedi 65, Tragedi Mei 98, hingga kasus Trisakti- Semanggi I dan II. Mereka tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK). Aksi…

Sebagian besar orang menunggu waktu berbuka atau ngabuburit dihabiskan dengan mencari takjil atau berkeliling kota. Namun, tiga orang dari Mixi Imajimimetheater dan Indonesian Mime Artist Association menggelar aksi Kamisan sebagai bentuk 'Melawan Lupa' terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas hingga saat ini. Dalam aksi yang digelar di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung,…

"250 kali berdiri, diam untuk melawan lupa, tetapi saya dan kawan-kawan tidak pernah merasa capek. Ini untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan bagi Wawan, anak saya, dan rekan-rekannya. Siapa yang rela membiarkan anaknya diperlakukan tidak adil oleh negara." Kalimat ini terlontar dari bibir Maria Katarina Sumarsih (52), ibunda Bernardus Realino Norma Irmawan, mahasiswa Atma Jaya yang…