Dokumentasi Aksi Kamisan ke-505 pada tanggal 7 September 2017 dihadiri sekitar 150 orang, di antaranya: 1. Keluarga korban Semanggi I 2. Keluarga korban aktivis HAM Munir 3. Korban 1965 4. Korban penggusuran 5. Kontras 6. LBH Jakarta 7. Youth Proactive 8. Imparsial 9. Arus Pelangi 10. Dame dkk. 11. Amnesty International 12. Setara Institute 13.…

Dokumentasi Aksi Kamisan ke-504 pada tanggal 31 Agustus 2017 dihadiri oleh sekitar 100 orang, terdiri dari: 1. Keluarga korban Semanggi I 2. Korban 1965 3. Korban 27 Juli 4. Korban penggusuran 5. Kontras 6. LBH Jakarta 7. Youth Proactive 8. Imparsial 9. Setara Institute 10. Mahasiswa dan alumni Atma Jaya 11. Mahasiswa STF Driyarkara 12.…

Aksi "Payung Hitam" atau yang lebih dikenal dengan sebutan " Aksi Kamisan", memasuki hari ke-503 pada Kamis (24/8/2017) kemarin.Namun, cita-cita menegakkan supremasi hukum terhadap pelanggaran hak asasi manusia berat tersebut belum tercapai.Asa pernah muncul ketika zaman Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono. Sebuah tim penyelesaian kasus-kasus HAM berat masa lalu dibentuk."Walaupun sampai akhir masa jabatannya…

Dokumentasi Aksi Kamisan ke-503 pada tanggal 24 Agustus 2017 dihadiri sekitar 150 orang, diantaranya:1. Keluarga korban Semanggi I2. Korban 19653. Korban 27 Juli4. Korban Tanjung Priok5. Korban penggusuran6. Mahasiswa univ. Atma Jaya7. Mahasiswa univ. Pembangunan Jaya8. Sineas film dokumenter9. Akademisi10. Seniman11. Imparsial12. JSKK13. LBH Jakarta14. KontraS15. Youth Proactive16. Transparency International Indonesia17. Amnesty International Indonesia18. LBH…

Pada 1841, Solomon Northup menjalani hidup yang bahagia bersama istri dan dua anaknya di Saratoga Springs, New York. Laki-laki keturunan Afrika-Amerika itu adalah seorang pemain violin andal, sebelum kemudian dua laki-laki kulit putih, Brown dan Hamilton, menawarinya pekerjaan menarik untuk bermain musik di Washington DC. Tetapi, Solomon tertipu. Ia tidak bermain musik di Washington DC,…

Dokumentasi Aksi Kamisan ke-498 pada tanggal 13 Juli 2017 dihadiri 27 orang, yaitu: keluarga korban Semanggi I, korban 1965, Kontras, LBH Jakarta; Walhi, peneliti, warga Manggadua, Youth Proactive, seorang Ibu dan puterinya, perpustakaan jalanan dari Tanjung Pinang, wartawan VOA, mahasiswa Atma Jaya, mahasiswa UI, mahasiswa Unpad, mahasiswa Budiluhur, siswa SMA St. Ursula BSD, dan siswa…