Penghilangan paksa membuat seseorang terenggut dari perlindungan hukum. Penghilangan paksa melanggar banyak hak yang dijamin berdasarkan Perjanjian Internasional mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik. Menurut Sam Zarifi, Direktur Asia dari International Commission of Jurists, penghlangan paksa adalah salah satu pelanggaran HAM yang terburuk. Indonesia mencatatkan diri terhadap pelanggaran HAM seperti ini. Tercatat beberapa kasus penghilangan paksa terhadap aktivis, pejuang kemanusiaan dan lain-lain pernah terjadi. Mulai dari tragedi 65, 98, pembunuhan wartawan Udin, Marsinah, Munir, Wiji Thukul dan banyak lagi. Negara berdalih bahwa apa yang dilakukan demi menjaga stabilitas, tetapi pada kenyataannya penghilang paksa, pembunuhan, pemenjarahan dan lain sebagainya dilakukan secara brutal, kejam dan terorganisir. Dan sampai hari ini negara tidak pernah mengakui bahkan meminta maaf lalu meluruskan tragedi terhadap penghilangan paksa, pembunuhan, pemenjarahan dan lainnya tersebut meskipun PBB telah mengesahkan suatu deklarasi mengenai Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa.

Berdasarkan pembacaaan atas situasi tersebut, kami mengajak seluruh kawan2, rekan2 dan atau yang konsen terlibat, bergiat, bergelut dan memperhatikan permasalahan kemanusiaan untuk terlibat dalam AKSI KAMISAN, Kamis 31 Agustus 2017, di Tugu Pal Putih Jogja, pukul 16.00 – 17.00 WIB (kalau ada, berpakaian hitam).

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *